Beoscope: Situs Video Sharing ala Indonesia

Di tengah maraknya pengakses video sharing YouTube, sekumpulan anak negeri membuat situs yang sama agar ketergantungan terhadap konten asing menurun sedikit demi sedikit.
Ide pembuatan situs video sharing ini sebenarnya muncul sejak 19 Juni tahun lalu. Selang beberapa lama, tepatnya 18 Januari 2008, situs video ini diluncurkan untuk pertama kalinya. Sejak kemunculannya tersebut hingga Agustus kemarin, pengunjung Beoscope telah berjumlah lebih dari 20.000 hits.
Sama halnya dengan YouTube, para pengunjung hanya membutuhkan empat langkah mudah untuk memasukkan video ke dalam Beoscope. Setelah mengambil dan mengedit video yang diinginkan, pengunjung harus mendaftar terlebih dahulu di situs tersebut, untuk kemudian meng-uploadnya sehingga bisa dinikmati oleh pengunjung yang lain.
Video-video yang dapat diposting bisa dimasukkan dalam beberapa kategori seperti Funs V-Ads, V-Citizens News, Interest Category, I-Music, I-Movies dan Beos Focus.
Fun V-Ads merupakan kumpulan video-video yang bertema iklan. Dalam kategori ini pengunjung dapat mengupload dan melihat video-video berisi jual beli barang atau jasa. Mirip dengan iklan baris namun tampilannya tidak berbentuk teks melainkan video. Hal ini sangat memudahkan pengunjung untuk melihat kondisi barang yang akan dibeli atau diiklankan.
Kategori V-Citizen News merupakan kumpulan video yang berisi peristiwa-peristiwa menarik di Indonesia dan dunia. Video ini mirip dengan berita-berita breaking yang ada di televisi-televisi swasta namun bedanya, video-video ini merupakan hasil rekaman langsung dari para pengunjung.
Untuk I-Music dan I-Movies merupakan kategori video bakat dari para pengunjung. Beoscope menyamainya dengan istilah video dan musik independen hasil karya anak bangsa yang belum memiliki kesempatan mengenyam dunia industri musik dan film sebenarnya di Indonesia.
Sebagai langkah antisipasi menambah pundi-pundi, Beoscope mencoba peruntungannya dalam masa kampanye pemilu tahun 2009 nanti. Untuk itu, mereka pun menyediakan jalur khusus para caleg untuk mempublikasikan diri mereka sendiri melalui layanan inovatif My Screen.
My Screen tidak hanya berlaku bagi sang calon legislatif tapi juga memungkinkan setiap orang menyampaikan pandangan, visi, dan komentar pribadinya terhadap suatu persoalan yang terjadi di masyarakat.
Selama ini layanan MY Screen telah diisi oleh tayangan video beberapa tokoh yang menyampaikan beragam informasi, antara lain analisis dan prognosa marketing Indonesia oleh Hermawan Kartajaya, analisis tentang persoalan ekonomi terbaru yang disampaikan ekonom A. Tony Prasentiantono, video ceramah budaya sineas Garin Nugroho, video introduksi acara baru Wimar Witoelar dan beberapa video menarik lainnya.
“Dibanding media lain, layanan My Screen harganya relatif murah, namun mampu menjangkau calon konstituen potensial dari kalangan remaja dan generasi muda, karena umumnya pengunjung Beoscope adalah dari segmen ini,” ujar CEO Beoscope Anang Sudihardjo melalui keterangan resminya, Kamis (18/9/2008).
Selain itu, popularitas akses dapat dilihat secara real time dan kuantitatif dari jumlah hit video kampanye yang tertera di setiap video yang tayang di beoscope.com, sehingga dapat dianalisa dan dibandingkan kekuatan caleg dalam kegiatan kampanye. (Sumber : Okezone)

0 comments:

Post a Comment

Powered By Blogger

Label Cloud